Sisa-Sisa Kehidupan

Dunia kita telah mengalami transformasi yang tak terbayangkan sejak Perang Dunia ke-7 berakhir. Bumi, yang dulunya menjadi rumah bagi miliaran jiwa, kini tak lebih dari bayangan masa lalunya. Negara-negara berbondong-bondong pindah ke luar angkasa dalam pesawat ulang-alik, meninggalkan sebagian besar penduduk yang tersisa berjuang di tanah yang tandus dan beracun.

Adalah Rangga, seorang pemuda yang terperangkap di antara reruntuhan Jakarta, salah satu kota yang pernah berdenyut dengan kehidupan. Ia terlambat dievakuasi, dan kini hanya ada satu tujuan dalam pikirannya: menemukan cara untuk pergi ke luar angkasa. Langkah-langkah kakinya berderap di jalan-jalan yang sunyi, menyusuri sisa-sisa peradaban yang kini tampak begitu asing.

Pada suatu hari, ketika matahari yang redup hampir tenggelam di balik cakrawala, Rangga mendengar jeritan minta tolong yang memecah kesunyian. Nalurinya memandu langkahnya ke arah suara itu. Ia menemukan seorang perempuan muda yang dikerumuni oleh sekelompok bandit. Barang-barang milik perempuan itu dijarah tanpa ampun, dan Rangga, dengan keberanian yang muncul tiba-tiba, berusaha menolongnya.

Pertarungan yang terjadi tidak seimbang. Bandit-bandit itu terlalu kuat, dan Rangga tak punya kemampuan untuk membela diri. Darahnya mengucur, dan dunia di sekitarnya mulai memudar. Ketika hampir menyerah pada kegelapan, sekelompok orang misterius muncul dari bayang-bayang. Dalam sekejap, bandit-bandit itu dilumpuhkan satu per satu, tanpa suara dan tanpa ampun. Para penyelamat misterius itu, tanpa memperkenalkan diri atau mengungkap identitas mereka, menghabisi bandit-bandit tersebut dan menghilang begitu saja, meninggalkan Rangga dalam kebingungan dan ketidakpastian.

Siapakah mereka? Dan apakah mereka akan menjadi kunci bagi Rangga untuk mencapai luar angkasa? Petualangan ini baru saja dimulai, dan jawabannya tersembunyi di antara bintang-bintang yang jauh.

Read more